Kusadur sinopsis yang keluar dari sikapmu.
Kubayangkan jikalau aku adalah kau.
Tak patutkah diri ini dicintai?
Padahal hati kita pernah berada dalam satu tahta.
Dan aku menganggap itu suatu konstanta.
Aku bingung mengartikan pribadimu.
Antara acuh dan senyuman juga puisimu.
Mungkinkah kau tak fahami bait-bait kalimat di mataku?
Yang berbahasa lagi basah.
Kemudian aku bersikap sedikit acuh.
Sebab dengan begitu melindungi harga diriku.
Tapi kenapa selalu kau hentikan langkah?
Dan berfikir aku sedang bermain di atas perasaanmu.
Kerdil benar nyalimu!
Tapi aku sungguh sayang kamu …
Saat seluruh imajinasiku menemui jalan buntu,
Aku kembali jadi diriku.
Diriku yang meragu …
By: Ombung Panoejoe
Kubayangkan jikalau aku adalah kau.
Tak patutkah diri ini dicintai?
Padahal hati kita pernah berada dalam satu tahta.
Dan aku menganggap itu suatu konstanta.
Aku bingung mengartikan pribadimu.
Antara acuh dan senyuman juga puisimu.
Mungkinkah kau tak fahami bait-bait kalimat di mataku?
Yang berbahasa lagi basah.
Kemudian aku bersikap sedikit acuh.
Sebab dengan begitu melindungi harga diriku.
Tapi kenapa selalu kau hentikan langkah?
Dan berfikir aku sedang bermain di atas perasaanmu.
Kerdil benar nyalimu!
Tapi aku sungguh sayang kamu …
Saat seluruh imajinasiku menemui jalan buntu,
Aku kembali jadi diriku.
Diriku yang meragu …
By: Ombung Panoejoe






0 komentar:
Poskan Komentar