Posting di tengah pagi yang cerah. Tanah sedikit becek, mungkin semalam hujan, tapi aku sendiri tak tahu kapan hujannya, soalnya aku tidur lebih cepat dari biasanya. Mumpung hari Minggu waktunya beres-beres rumah. Keringat bercucuran di sekujur tubuh, sudah lama aku tak memegang cangkul. Badan ini terasa capek tapi entah kenapa aku tetap bersemangat menyelesaikan pekerjaanku, bisa jadi lantaran cangkul yang kugunakan telah mengingatkan aku pada memori masa lalu . Yach… cangkul itu! Usianya jelas lebih tua dariku. Dulu sewaktu aku kecil cangkul tersebut sering digunakan kakek atau bapak untuk membersihkan halaman rumah. Kini meskipun bentuknya tak sesempurna dulu tapi di dalamnya terbesit semangat yang kuat dari bapak dan para leluhurku dulu.Usai beres-beres rumah, nasi goreng terlezat bikinan istriku telah menanti untuk disantap, aku sangat lahap menyantapnya hingga tak tersisa sebutir nasipun di piringku. Suasana panas akhirnya didinginkan oleh deru kipas angin dan sebatang rokokpun mulai kuhisap seiring kutekan tompol power pada PC kesayanganku ini. Mulai dech buka MS Word dan ketikan ini aku buat. Sebetulnya aku benar-benar sebel lantaran koneksi internetku sedang bermasalah dan kata pihak speedy hari Senin besok baru bisa diservice. Jadi nggak sabar nich nunggu hari Senin, soalnya dari hari Jumat sore internetku mati. Ditambah lagi laptop Dell maroon mulai ngadat terserang virus, huft…. Lengkap sudah penderitaanku!
Betapa internet kini sangat vital bagi kehidupanku, lantaran sejak +/- 3 bulan ini kugantungkan mata pencarianku di sini. Maklumlah sejak 7 bulan yang lalu aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor tempat biasa kubekerja selama 9 tahun lamanya. Bukan apa-apa sich aku keluar dari pekerjaan, hanya saja aku merasa sudah tidak cocok lagi bekerja disana. Banyak hal yang akhirnya membuatku terpaksa mengundurkan diri, dan lagi bisnis kosmetikku bersama teman-teman mulai membentangkan sayapnya di wilayah Sumatera, jadi walaupun keluar dari pekerjaan aku masih bisa menghidupi diri dan keluargaku. Bumi Sriwijaya adalah tempat berikutnya, kan kutancapkan jalur bisnisku disana.
Tapi… petaka itu tiba! Di hari yang sama ketika aku mengundurkan diri dari pekerjaan, aku malah mendengar kabar buruk bahwa terjadi masalah di Jambi yang mengakibatkan seluruh produk kosmetik di wilayah Sumatera harus ditarik. Oh my God… ada apa pula ini? Segala rencana dan impianku buyar, aku nggak tahu musti ngapain lagi. Untunglah seorang rekan bisnis mengatakan bahwa permasalahan di Jambi masih bisa dirembuk kembali asal kita mau ke Jakarta dan kami pun mengutus 2 orang pergi kesana. 1 minggu berlalu, 2 orang teman bisnis yang tak lain adalah pimpinan dan wakil kami akhirnya pulang. Rasa penasaran akan hasil negosiasi antara pihak kami dan perusahaan penyedia produk terus menghantui pikiran, maka tanpa panjang lebar aku segera menanyakan tentang hasil dari negosiasi tersebut kepada mereka. Untuk sementara waktu hasil keputusannya masih menunggu jawaban dari pihak penyedia produk, karena mereka akan merefisi ulang system kerjasama dengan kami.
Waktu terus berlalu tak terasa 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan terlewati tanpa berita, akupun mulai yakin bahwa pihak penyedia produk benar-benar takkan pernah memberi jawaban positif kepada kami, dengan kata lain bisnis kosmetikku telah hancur lebur. Sementara itu usaha budidaya ikan milikku juga mengalami musibah besar, separuh lebih ikan-ikan pada mati dan akhirnya demi menyambung kebutuhan hidup aku terpaksa menjual sisanya yang masih hidup dengan harga murah. Tak cuma itu bisnis bibit kelapa sawit yang aku jalani juga mendapat masalah dan berujung pada kegagalan. Kemudian bisnis penyewaan tanah yang hampir membuahkan hasilpun ikut-ikutan gagal total. Kalau sudah begini lengkap sudah penderitaanku.
Ada lah 1 bulan lamanya aku mengurung diri dirumah tanpa melakukan aktifitas kerja apapun, beberapa kali tensiku cenderung naik, aku benar-benar linglung seperti orang bego’. Untung saja dalam kesusahan itu istriku tercinta tetap selalu memberi dukungan, walaupun aku merasa dia pasti kecewa dan sedih melihatku seperti itu, tapi dia selalu berusaha tersenyum manis untukku. Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberiku seorang istri yang sangat baik.
Allah itu Maha Adil, terbukti ketika aku terpuruk dengan bisnisku, karier istriku di kantor mulai beranjak naik, Alhamdulillah. Jadi kebutuhan hidup keluargaku masih bisa terjamin meskipun harus sedikit mengencangkan ikat pinggang.
Waktu menjadi orang linglung selama 1 bulan itu musti kuakhiri, aku mulai bangkit berdiri dari keterpurukan. Untung saja selama itu aku sering nge-net, banyak cerita tentang kesuksesan bisnis internet kutemui dan cerita-cerita tersebut begitu menginspirasiku. Akhirnya kuputuskan untuk memulai bisnis internet kembali, karena terus terang aku telah kehabisan modal dan untungnya bisnis internet bisa dilakukan tanpa modal, toh dulu aku juga pernah menjalankan bisnis tersebut, hanya saja dulu kurang fokus sich. Hari-hari terus berlalu, account paypalku pun mulai terisi dengan dollar. Tapi aku belum mau mencicipi dollar tersebut karena aku lebih memilih menggunakannya untuk membeli domain bagi blog-blog bisnis baruku. Syukurlah blog-blog baruku yang umurnya +/- 1 bulan tersebut mulai kebanjiran traffic dan sebagian diantaranya dianugrahi pagerank 2 oleh Om Google. Aku sendiri nggak tahu kenapa bisa begitu, aku kaget setengah mati lantaran blog baru tersebut biasanya berpagerank 0 kini berubah langsung ke pagerank 2. Beda lagi nasibnya dengan blog IDE GOKIL ini, dulu pageranknya 4 turun ke 3 dan sekarang malah anjlok ke pagerank 2 hehehe…
Suatu siang aku dikejutkan oleh kedatangan seorang tamu, beliau adalah teman sekantorku dulu yang belum lama aku kenal, soalnya waktu beliau baru masuk kerja, jarak setengah bulan kemudian aku mengundurkan diri dari kantor. Aku juga heran entah dibawa angin darimana hingga ia sampai berkunjung ke rumah. Sebetulnya aku masih agak canggung ngobrol sama beliau tapi cuek ajalah. Hingga pada waktunya tiba, temanku tersebut menjelaskan sebuah bisnis jaringan kepadaku, aku mulai menyimak apa-apa yang ia tuturkan dan akhirnya aku memutuskan untuk join di bisnis itu. Kebetulan di rumah masih ada sedikit simpanan uang dan istri tercintaku menyetujui diriku bergabung dalam bisnis tersebut, jadi hari itu juga aku langsung join. Aku cuma berpikir ini adalah peluang dengan modal yang tidak terlalu besar jadi apa salahnya dicoba, toh sesuatu yang tidak mungkin itu hanya seringkali kita tidak pernah mencobanya. Alhamdulillah melalui bisnis jaringan itu aku bisa mendapatkan bonus di bulan pertama sebanyak Rp. 750.000,-. Memang belum banyak tapi aku benar-benar bersyukur dan makin bersemangat menjalankan bisnis tersebut.
Roda kehidupan selalu berputar kadang di bawah kadang juga di atas, tinggal bagaimana diri kita pandai menyikapinya. Cobaan dan rintangan dalam kehidupan memang bisa membuat kita frustasi, namun apakah selamanya kita harus terlena dalam rasa kefrustasian itu? Tentu tidak! Hal positif yang perlu dilakukan ketika kita terpuruk adalah berdoa, menenangkan batin, dan segera bangkit mencari jalan keluar. Hal itu yang kulakukan ketika karier dan bisnisku hancur, aku mulai membangun segalanya dari awal lagi. Butuh kesabaran ekstra memang dan yang lebih penting kita harus meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa yang kita lakukan itu adalah benar.
By: Ombung Panoejoe






0 komentar:
Poskan Komentar