Melihat aksi para demonstran yang suka bertindak anarkis di tv, kadang membuat kita tertegun. Tujuannya mulia tapi tindakannya yang anarkis membuat kabur makna dari kemuliaan itu sendiri. Memang benar untuk menciptakan iklim demonstrasi yang damai perlu adanya kerjasama yang baik antara kedua belah pihak, yaitu antara pihak pendemo dan yang didemo. Pendemo ingin inspirasinya segera mendapat tanggapan positif, oleh karena itu pihak yang didemo seyogyanyanya cepat tanggap agar aksi anarkis dapat diminimalisir.Lain halnya jika aksi demonstrasi telah ditunggangi oleh provokator, segala itikad baik yang dilakukan kedua belah pihak bisa jadi runyam dan berakhir dengan tindakan anarkis yang tidak terpuji. Kalau sudah begitu maka sudah menjadi tugas aparat untuk membuat keadaan dapat kembali kondusif. Berbagai cara dilakukan aparat keamanan untuk meredam aksi-aksi anarkis tersebut, namun terkadang mereka juga masih tampak kesulitan karena berbagai macam hal yang terjadi di lapangan. Meskipun peralatan anti huru-hara seperti tank air, gas air mata, dan lain sebagainya telah dikerahkan, jika aksi anarkis telah meluas tampaknya peralatan semacam itu hanya memberikan efek sedikit saja. Menyaksikan fenomena tersebut Ombung jadi punya Ide Gokil dalam menyelesaikannya.
Bagi kebanyakan orang kotoran manusia (tinja dan air seni) itu sangat menjijikkan terlebih kotoran dari orang lain, jangan sampai kita melihatnya atau bahkan terkena kotoran tersebut. Dari rasa jijik dengan kotoran manusia itulah merupakan suatu peluang untuk mengusir orang lain yang tidak diinginkan. Lantas apa hubungannya demo anarkis dengan kotoran manusia? Jelas ada jikalau keduanya dipertemukan. Caranya adalah ketika terjadi demonstrasi, aparat keamanan cukup mendatangkan armada mobil penyedot tinja bermuatan penuh. Kemudian jika para demonstran mulai menunjukkan gelagat akan berbuat anarkis, beri peringatan keras kepada mereka bahwa jika mereka berbuat anarkis, akan disemprot dengan kotoran manusia dari mobil penyedot tinja tersebut. Memang sich kalau hanya peringatan mungkin bagi sebagian orang tidak takut, makanya jika aksi demo mulai memanas jangan segan-segan meluncurkan 1 atau 2 kali semprotan ke arah mereka. Pasti dech pada lari kalang-kabut, karena logikanya, “siapa sih yang mau disemprot pakai kotoran manusia?” apa lagi sudah bercampur ulat-ulat kecil yang suka meloncat kesana-kemari (hiiii…. Huekkk). Dengan demikian aksi-aksi anarkis bakal dengan mudah diredam dengan senjata ampuh berupa mobil penyedot tinja ini.
Memang benar! Ketika cara tersebut dipergunakan akan berdampak kurang baik bagi lingkungan sekitar, karena bukan hanya kotor tapi menimbulkan aroma khas yang luar biasa. Solusinya tentu ada pada petugas kebersihan, setelah aksi demonstrasi anarkis selesai dan keadaan mulai kondusif segera kerahkan petugas kebersihan untuk mensterilkan kawasan tersebut dari kotoran-kotoran yang tercecer. Karena tugas yang begitu berat, maka dari itu perlu diimbangi dengan gaji yang sesuai bagi para petugas kebersihan tersebut.
Demikianlah secuil Ide Gokil dari Ombung semoga ada hikmahnya dan jikalau ada sesuatu yang kurang berkenan mohon dimaafkan. Akhir kata, “Salut untuk demonstrasi damai!”
By: Ombung Panoejoe






0 komentar:
Poskan Komentar