Undang-Undang Lalu-Lintas 2010 – By: Ombung

Tahun baru, peraturan baru. Buat para Biker sudah pada tahu belum kalau di tahun 2010 ini pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang (UU) Tertib Lalu-lintas yang baru? Tepatnya UU Nomor 22 Tahun 2009. Oleh karena itu para Biker musti tahu isi UU tersebut biar nggak kena tilang terus. Okey! Berikut ini akan Ombung sampaikan isi dari UU yang telah disahkan oleh Bapak Presiden pada tanggal 22 Juni 2009 tersebut, sebagai berikut :

Tidak Memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)

Jangan macam-macam dech bawa kendaraan kemana-mana kalau nggak punya SIM, soalnya menurut Pasal 281, jika pengendara kendaraan bermotor tidak memiliki SIM, bakal dikenakan denda paling banyak Rp.1.000.000,- loch, atau dipidana kurungan paling lama 4 bulan. Menurut Ombung peraturan ini dibuat salah satunya adalah buat menertibkan pengendara yang nggak punya SIM seperti anak-anak dibawah usia 17 tahun, karena biasanya anak-anak tersebut belum lihai dalam berkendara atau suka ugal-ugalan kalau bawa motor.


Mengemudi Tidak Konsentrasi

Nah... kalau sobat biker punya kebiasan nelpon sambil mengendarai motor, sebaiknya segera dihilangkan kebiasaan itu, soalnya bisa kena sanksi Pasal 283. Menurut Pasal tersebut jika ada pengemudi yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan, dapat dikenakan sanksi berupa denda paling banyak Rp. 750.000,- atau kurungan paling lama 3 bulan. Konsentrasi dalam berkendara motor memang sangat diperlukan demi menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan.


Kelengkapan Motor

Sanksi Pasal 285 adalah berupa denda paling banyak Rp. 250.000,- atau pidana kurungan paling lama 1 bulan. Pasal ini diperuntukkan bagi pengendara roda dua di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi : kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban. Sebetulnya kelengkapan motor ini dibuat untuk keamanaan dan kenyamanan para pengguna motor itu sendiri dan juga pengendara lain, oleh karena itu sebaiknya perlu dilengkapi.


Rambu dan Markah

Buat sobat Biker sebaiknya selalu mematuhi rambu-rambu lalu-lintas dan markah jalan, soalnya jika melanggarnya bisa kena sanksi Pasal 287, berupa denda paling banyak Rp. 500.000,- atau pidana kurungan paling lama 2 bulan. Selain sanksi tersebut, melanggar rambu dan markah punya resiko tinggi akan terjadinya kecelakaan maut.


Tidak Bawa STNK

Setiap pengendara roda dua di jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atau surat tanda coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, dapat terkena sanksi Pasal 288 berupa denda paling banyak Rp. 500.000,- atau pidana kurungan paling lama 2 bulan. Makanya STNK musti dibawa kemana-mana tuh, bila perlu mau tidur, makan, belajar, dan sebagainya, STNK selalu bersama kita hehehe...


Helm Standard Buat Penumpang dan Pengemudi

Selain ada hukum yang mewajibkan pengemudi dan penumpang sepeda motor selalu memakai helm standar sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), helm standar memiliki fungsi vital sebagai pengaman kepala. Karena tentu kita tahu bahwa lebih keras aspal jalanan ketimbang kepala manusia. Tetapi jika memang masih ada yang nekad berkendara motor tidak menggunakan helm standar atau sama sekali tidak memakai helm, maka sanksinya adalah Pasal 291 berupa denda paling banyak Rp. 250.000,- atau pidana kurungan paling lama 1 bulan.


Menyalakan Lampu Utama Malam atau Siang Hari

Sebaiknya lakukan Light On setiap saat anda berkendara sepeda motor baik siang ataupun malam hari, karena berfungsi untuk memperjelas keberadaan motor kita bagi kendaraan lain, yang hal ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam berlalu-lintas. Selain itu, di tahun 2010 ini telah berlaku Pasal 293 yang mewajibkan untuk selalu menyalakan lampu utama motor ketika berada di jalan pada siang dan malam hari. Jika ada yang melanggar Pasal 293, maka sanksinya adalah denda paling banyak Rp100.000,- atau pidana kurungan paling lama 15 hari.

Artikel Terkait

29 komentar:

  1. tapi walopun udah dikasih tau rasanya masih banyak aja tuh yang melanggarnya,, hehehe...

    BalasHapus
  2. thanks mas utk informasi UU lalulintasnya..
    untuk yg tidak boleh menggunakan HP yang dendanya 750rb itu, termasuk di sini bukan ya mas?

    BalasHapus
  3. Setelah beberapa lama aku pengen dibuatin SIM agar bebad dr peraturan lau lintas,akhirnya diumurku yang ke 17 thun ini bisa juga dech punya tuh SIM,he..he..(jdi curhat)

    BalasHapus
  4. Aturan baru bikin merinding... hiiii :( jadi gimana donk, harga motor mahal... kalo kenapa2 dendanya juga mahal hehehe...

    BalasHapus
  5. Emang denda maksimal diberlakukan ya ?? misal maksimal 500rebu, kita juga bayar denda 500rebu gitu ? ato kurang ?

    BalasHapus
  6. thx yup buat temen2 yg dah pada koment.

    tuk Adiyanto, Ombung jg blm faham mengenai hal itu

    BalasHapus
  7. Thanks buat infonya... moga2 gk banyak lagi yg ngelanggar & ditilang yach.. :D

    BalasHapus
  8. Semoga bapak2 polisi juga tidak ada yg melanggar juga.. Soalnya masih ada aja saya melihat polisi yg menggunakan hp waktu mengendari kendaraannya...

    BalasHapus
  9. Kalau lampu kudu nyala pd siang hari mesti di tinjau lagi tu kayaknya, kecuali cuaca mendung, berasap, kejar absensi.
    Soalnya kalau ada motor lewat gang rumah solow men...

    BalasHapus
  10. by wahyu.sulteng/palu
    g ada gnax nylakan lmpu d siang hari pemborosan energi
    menguntungkan para pungusaha onderdil motor.
    msih byk praturan yg bs d buat pak?

    BalasHapus
  11. bos kalo STNK mati gmna tuh? kena denda brp yah?

    BalasHapus
  12. Ach perasaan Tetep G ada bedanya walaupun undang2 baru telah di berlakukan.....kemaren q juga kena Razia, tapi Q bawa surat lengkap N nyalain lampu utama, tapi ada orang yang G bawa STNK sama g punya SIM, tapi mereka juga tetep diminta Duit 100.000 Z,... pa mang polisinya baik trus mau nalangin dendanya ya....wkwkwkwkwkwkwkw
    Q juga bingung nich ma atuan negara kita....kalau emang mau nertipin masyarakat ya mbok liat dulu gmn dengan para penertib itu sendiri...N gmn keadaan masyarakat kita......Q yakin 90% hasil dari tilangan itu G masuk ke kas negara, tapi Q juga G tau kemana larinya Uang itu.....peace....!!!

    BalasHapus
  13. UNDANG2 itu tadi apa ga dpikir lho,,, orang petani aja msih membutuhkan kendaraan untuk beli pupuk,,, apa perlu pergi kesawah harus pakai helm SNI?kenapa helm yg tidak standart itu masih ada aja n djuaal d pasaran? klow emang polisi lalu lintas mo menertibkan aturan HELM STANDART,shrsnya yg di razia itu penjual helm yg tidak ada label SNI, paham ga kamu PETUGAS POLISI YG TAK TAU DIRI? SEBENARNYA PAK POLISI ITU HARUS JUGA BIJAKSANA N TAU AKAN KEDAAN EKONOMI SEKARANG? APA LG orang kecil yg buta akn UNDANG2 POLISI yg sewenang menentukan pasal undang2 seEnaknya sendiri seperti saat ini?

    BalasHapus
  14. gileee... dendanya gede2 amat ya..
    paling tar xlo ktilang disogok ma 20rb aja(trgantung daerah msng2) dilepasin :)) tau ndiri lah polisi kan matanya ijo klo dah liat duit.
    lgian xlo dipikir2 yang menyebabkan kecelakaan tuh polisi sendiri, karena sim gampang sekali didapat tanpa tes (cukup nyogok)ya gak?
    klo masalah helem bener tuh kt @ atas kenapa gak pabriknya aja yang dirazia dasar gak mikir tuh pak polkup(polisi korup).. :D

    BalasHapus
  15. denda dan hukuman yang terlalu besar
    akan membuat banyak kesempatan untuk pungli

    BalasHapus
  16. betul bgd.kmaren aja bru gw d tilang padahal cuma gra2helm aja.pak polkup ga ngrti ekonomi skrg susah.w doain yg bwt peraturan jtuh miskin

    BalasHapus
  17. knalpot racing masih di langgar ga ya?...

    BalasHapus
  18. kalau baca UU lantas.. menurut kami, tu bukan uu, tappi boleh dikata perampokan oleh kepolisian.... polisi sahabat masyarakat,,, sekrang mari kita survey . ad berapa persen masyarakat yang suka sama polisi.. ditambah uu yg baru ni. lengkap sudah.. jadi POLISI MUSUH UTAMA MASYARAKAT

    BalasHapus
  19. dengan adanya perubahan UU itu dah baik, tapi menimbulkan celah baru untuk menjadikan Pos penjagaan polisi beralih fungsi menjadi kantor polisi dengan banyaknya oknum polisi yg mangkal...

    BalasHapus
  20. kaya dah bener aja Lo nilang'' orang!

    BalasHapus
  21. kasih tau juga dong tentang operasi lalu lintas yang sah, yg tidak liar, yg kerap dilakukan beberapa oknum Polisi, biar para Biker ga dibohongin. Dituduh melanggar padahal oknum petugasnya sendiri melanggar UUD

    BalasHapus
  22. yo smua tertib berlalu lintas,demi keamanan dan keselamatan bersama ok deh salam sukses

    BalasHapus
  23. lalu bagaimana dengan pasal 504 KUH Pidana tentang pelanggaran ketertiban umum, yang berbunyi "barang siapa mengemis di muka umum, diancam karena melakukan pengemisan dengan diancam kurungan paling lama enam minggu"
    bagi mereka para pengemis yang melanggar kenapa tidak ditangkap, tetapi bagi pengguna kendaraan yang melanggar malah ditangkap, dan biasanya mereka dimintai uang damai. padahal antara pengemis dan pelanggar kendaraan juga sama-sama melanggar ketertiban umum.

    BalasHapus
  24. Tenang aja semua harga denda tersebut di pengadilan tidak berlaku kok. Apapun pelanggarannya dendanya RP. 50.000,- saja.
    Saya sudah 2x ditilang semuanya saya ikut sidang di PN Tangerang
    Tilang 1 melanggar rambu harusnya Rp. 500.000,- kan? denda yg diputuskan cuma Rp. 50.000,-
    Tilang 2 tidak menyalakan lampu disiang hari harusnya Rp. 100.000,- kan? Pa hakim mendenda saya cuma Rp. 50.000,- juga.
    Ada apa ini ?????????????

    BalasHapus
  25. site! Looking forward to reading more!

    BalasHapus
  26. udah banyak keterangannya tapi masih banyak aja yg melanggar

    BalasHapus
  27. pasal karetnya adalah di kata denda maksimal,,,knp g dibikin fix aj sih kl gini sekian gini sekian

    BalasHapus
  28. Salam silaturahmi dari layanan aqiqah bandung

    BalasHapus
  29. THX buat semua temen2 yg udah komen disini, maaf ga bisa bls satu per satu :)

    BalasHapus