Saat ini sering kali kita lihat banyak pengendara motor bersliweran di jalan raya. Memang selain hemat biaya, motor juga memiliki akselerasi yang lincah ketika berada di jalanan sehingga dapat menghindari kemacetan. Berkendara motor memang asyik, tapi harus ditunjang dengan segi pengamanan yang memadai. Salah satu strategi pengamanan dalam berkendara motor adalah dengan menggunakan helm standard. Helm standard dibuat untuk melindungi kepala pengendara dari benturan jika terjadi kecelakan. Sayangnya masih banyak pengendara motor yang belum sadar tentang arti pentingnya memakai helm standard, padahal helm diciptakan tak lain demi keamanan mereka juga.
Acap kali kita lihat banyak pengendara motor tidak memakai helm standard, bahkan sebagian diantara mereka malah tidak menggunakan helm sama sekali. Mereka sombong! Mereka kira dengan tidak memakai helm saat berkendara akan disangka hebat, cool, gagah, atau lain sebagainya. Padahal disadari atau tidak, hal ini malah akan memperuncing angka kematian akibat kecelakan. Kenapa begitu? Sebab jika terjadi kecelakaan, helm standard yang seharusnya dapat melindungi kepala pengendara ternyata tidak dipakai, maka bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika kepala beradu dengan aspal jalanan. Bagi mereka yang berkendara motor, coba dech renungkan hal ini! “Lebih keras mana antara kepala manusia dengan aspal dan batu jalanan?” Mereka tentu bisa menjawabnya.
Jangan memakai helm standard hanya pada saat ada razia polisi saja, tapi di setiap saat ketika berkendara motor seyogyanya tetap memakai perlengkapan keamanan berkendara, salah satunya adalah menggunakan helm standard, karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan mendapat celaka di jalanan. Pesan ini Ombung dapat berdasarkan pengalaman pribadi. Sebagai mantan pembalap jalanan, dahulu Ombung juga suka balapan liar. Ombung sangat menyukai trek perkotaan yang ramai karena selain menatang, jalanan perkotaan juga menuntut kelincahan kita dalam berkendara. Hingga pada suatu siang, kecelakan itu pun menimpa Ombung. Seorang bocah kelas 1 SMP tertabrak oleh Ombung saat menyebrang jalan. Sepedanya hancur dan bocah tersebut terpaksa masuk rumah sakit karena koma. Ombung sendiri mengalami cedera patah tulang yang parah dan sedikit luka lecet, maka orang tua Ombung akhirnya harus mananggung semua biaya kerugian akibat kecelakan tersebut.
Kembali lagi pada pentingnya memakai helm standard, pada waktu kecelakan itu terjadi, Ombung sempat terpental dan terseret di atas jalan. Saat itu Ombung merasa wajah ini seperti beradu dan terseret selama beberapa detik di atas aspal jalanan. Untunglah sebelumnya Ombung sempat memakai jaket dan juga helm standard (helm monyet), jadi bagian kulit dan wajah Ombung yang tampan ini masih terlindungi dengan aman. Teman-teman bisa bayangkan jika waktu itu Ombung tidak memakai helm standard, kira-kira apa jadinya jika bagian wajah sampai terseret di atas aspal dengan keras? Ombung sendiri ngeri membayangkannya hiiii tatut akh! Untuk itu bagi sahabat blogger yang suka berkendara motor, tidak ada salahnya menggunakan perlengkapan keamanan, salah satunya dengan memakai helm standard pada waktu berkendara.
Ada baiknya sebelum berkendara kita berdoa dulu mohon keselamatan kepada Allah, seterusnya sebagai ihktiar kita adalah dengan memakai perlengkapan keamanan berkendara, dan berhati-hati saat di jalan. Semoga perjalanannya aman dan selamat sampai tujuan, aamiin...
Acap kali kita lihat banyak pengendara motor tidak memakai helm standard, bahkan sebagian diantara mereka malah tidak menggunakan helm sama sekali. Mereka sombong! Mereka kira dengan tidak memakai helm saat berkendara akan disangka hebat, cool, gagah, atau lain sebagainya. Padahal disadari atau tidak, hal ini malah akan memperuncing angka kematian akibat kecelakan. Kenapa begitu? Sebab jika terjadi kecelakaan, helm standard yang seharusnya dapat melindungi kepala pengendara ternyata tidak dipakai, maka bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika kepala beradu dengan aspal jalanan. Bagi mereka yang berkendara motor, coba dech renungkan hal ini! “Lebih keras mana antara kepala manusia dengan aspal dan batu jalanan?” Mereka tentu bisa menjawabnya.
Jangan memakai helm standard hanya pada saat ada razia polisi saja, tapi di setiap saat ketika berkendara motor seyogyanya tetap memakai perlengkapan keamanan berkendara, salah satunya adalah menggunakan helm standard, karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan mendapat celaka di jalanan. Pesan ini Ombung dapat berdasarkan pengalaman pribadi. Sebagai mantan pembalap jalanan, dahulu Ombung juga suka balapan liar. Ombung sangat menyukai trek perkotaan yang ramai karena selain menatang, jalanan perkotaan juga menuntut kelincahan kita dalam berkendara. Hingga pada suatu siang, kecelakan itu pun menimpa Ombung. Seorang bocah kelas 1 SMP tertabrak oleh Ombung saat menyebrang jalan. Sepedanya hancur dan bocah tersebut terpaksa masuk rumah sakit karena koma. Ombung sendiri mengalami cedera patah tulang yang parah dan sedikit luka lecet, maka orang tua Ombung akhirnya harus mananggung semua biaya kerugian akibat kecelakan tersebut.
Kembali lagi pada pentingnya memakai helm standard, pada waktu kecelakan itu terjadi, Ombung sempat terpental dan terseret di atas jalan. Saat itu Ombung merasa wajah ini seperti beradu dan terseret selama beberapa detik di atas aspal jalanan. Untunglah sebelumnya Ombung sempat memakai jaket dan juga helm standard (helm monyet), jadi bagian kulit dan wajah Ombung yang tampan ini masih terlindungi dengan aman. Teman-teman bisa bayangkan jika waktu itu Ombung tidak memakai helm standard, kira-kira apa jadinya jika bagian wajah sampai terseret di atas aspal dengan keras? Ombung sendiri ngeri membayangkannya hiiii tatut akh! Untuk itu bagi sahabat blogger yang suka berkendara motor, tidak ada salahnya menggunakan perlengkapan keamanan, salah satunya dengan memakai helm standard pada waktu berkendara.
Ada baiknya sebelum berkendara kita berdoa dulu mohon keselamatan kepada Allah, seterusnya sebagai ihktiar kita adalah dengan memakai perlengkapan keamanan berkendara, dan berhati-hati saat di jalan. Semoga perjalanannya aman dan selamat sampai tujuan, aamiin...




bener sob heran kenapa yah, apa enak coba ga pake hlm
hihiih..hihi
bner juga ya omss ombung...
banyak yang alergi pakek helm...
trend yang sulit di hilangkan dari dulu :D
ada juga yang pake helm standar tapi helmnya ga di kunci sob.
gak di klik gitu.
yang deket leher.
apa sih namanya tuh.?
bukan comen mampir aja sob
Hahahaha. Awal2 waktu ada aturan helm standart itu, aku juga males banget gitu pake :D tapi lama kelamaan tumbuh perasaan jadi Valentino Rosi :D huwekeke...
Untuk andie : iya emang benar banyak yang pake helm standart terus nggak dikunci tuh kaitannya *apa sih namanya? :P gue juga lupa* :D
se7 tuch, pake helm standart lebih oke n lebih aman
yang nyaman tuh pake helm di atas rata rata. hee...hee...
biasanya pada seenaknya sendiri, kalau ada apa2 baru yalahin helmnya
kita memang harus lebih membiasakan dengan hal2 yang safety, mulai dari helm
helm standar tuh wajib bgt,
jangankan lagi bawa motor.
yang lagi in the hoy aja kalo gak pake helm standar bisa celaka dan bocor tu kepala kekekeekekekek *husst Jorok* =)
Salam sinting!!!