English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Jika dipandang perlu, silahkan mengcopy-paste artikel di blog ini
dan bila berkenan tidak menambah atau mengurangi isinya,
sekaligus menyantumkan link/alamat blog ini (http://idegokil.blogspot.com)
sebagai sumber aslinya.
Terima kasih...

SAYA YAKIN ANDA ORANG YANG BERMARTABAT

02 Februari 2012

Google Adsense Support Bahasa Indonesia

Google Adsense Support Bahasa Indonesia, hal ini benar-benar nyata, sob :) Sekarang kita sudah bisa memasang kode Google Adsense (GA) di blog berbahasa Indonesia, karena GA sudah resmi menerima bahasa Indonesia sebagai bahasa yang didukungnya. Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, ini seperti mimpi di siang bolong, tapi ini benar adanya! Kabar gembira ini saya dapat dari situs resmi Google Adsense (http://adsense.blogspot.com/). Di halaman teratas situs tersebut terdapat sebuah artikel berjudul “AdSense now speaks Indonesian” nah... dari sanalah saya menerima informasi ini.

Okey, tanpa panjang lebar berikut ini saya transletkan bunyi informasi tersebut.

“Kami senang mengumumkan bahwa bahasa Indonesia baru saja bergabung dengan keluarga bahasa yang didukung AdSense. Mari kita rayakan dengan mengangkat tangan kita dalam tarian kecak, menonton pertunjukan wayang kulit atau memasak resep tradisional Indonesia.

Jika Anda memiliki website dalam bahasa Indonesia, kini Anda bisa mendapatkan uang dengan menampilkan iklan Google AdSense. Untuk memulai, silahkan mendaftar untuk mendapatkan akun AdSense. Kami akan meninjau aplikasi Anda dan sementara itu, kami sarankan Anda mengakrabkan diri dengan dasar-dasar AdSense dan kebijakan kami.

Jika Anda sudah memiliki akun AdSense, cukup menerapkan AdSense di situs Anda dalam Bahasa Indonesia untuk mulai menampilkan iklan bertarget kontekstual.

Sekarang Anda dapat juga menerapkan AdSense untuk konten Mobile pada situs mobile Anda dalam Bahasa Indonesia. Lihat Pusat Bantuan kami untuk mempelajari bagaimana menerapkan AdSense di situs mobile.

Selamat Datang di program AdSense!

Diposkan oleh Emanuele Brandi, Pimpinan Penjualan Produk”

Ini luar biasa sob! mulai sekarang sobat blogger bisa menjadi publisher adsense meski minim berbahasa Inggris dan itu berarti peluang mendapatkan dollar telah terbuka lebar. Bagi yang belum punya akun GA segera daftarkan diri anda supaya bisa ikut juga merasakan legitnya dollar dari Google Adsense.

Saya rasa cukup sekian sedikit kabar gembira ini, semoga Tuhan senantiasa melapangkan rezekinya bagi kita semua, Aamiin.... Akhir kata saya ucapkan banyak terima kasih dan sukses selalu bagi Blogger Indonesia!

24 Januari 2012

Meragu

Kusadur sinopsis yang keluar dari sikapmu.
Kubayangkan jikalau aku adalah kau.
Tak patutkah diri ini dicintai?
Padahal hati kita pernah berada dalam satu tahta.
Dan aku menganggap itu suatu konstanta.

Aku bingung mengartikan pribadimu.
Antara acuh dan senyuman juga puisimu.
Mungkinkah kau tak fahami bait-bait kalimat di mataku?
Yang berbahasa lagi basah.

Kemudian aku bersikap sedikit acuh.
Sebab dengan begitu melindungi harga diriku.
Tapi kenapa selalu kau hentikan langkah?
Dan berfikir aku sedang bermain di atas perasaanmu.
Kerdil benar nyalimu!
Tapi aku sungguh sayang kamu …
Saat seluruh imajinasiku menemui jalan buntu,
Aku kembali jadi diriku.
Diriku yang meragu …

By: Ombung Panoejoe

08 Januari 2012

Akibat Jarang Posting

Setelah sekian lama nggak update posting, pagi ini Ombung iseng buka blog Ide Gokil. Wow! Ternyata Ombung kena tamparan dari google pagerank yang anjlok ke angka 2. Ya begini dech nasibnya orang yang jarang blogging, blog jadi lupa diurusin dan akibatnya performa blog ikutan turun. Ombung jadi teringat masa lalu tentang blog ini yang pernah berpagerank 4 terus turun jadi 3, selanjutnya turun lagi jadi 2 (cape’ dech). Tapi itu memang konsekwensi yang musti Ombung terima dengan lapang dada selebar 5 kali lapangan bola hehehe...

Alhamdulillah suatu banget ya... masih ada pengunjung di blog ini yang senantiasa setia membaca tulisan-tulisan lama di blog ini. Saat ombung cek pakai fasilitas sitemeter ternyata rata-rata per hari sekitar 80-an kunjungan, ini sebuah angka yang fantastis menurut Ombung, mengingat blog ini sudah lama tak terurus sama sekali. Memang sih jauh berbeda ketika masih berpagerank 4 dulu, kala itu jumlah kunjungan bisa mencapai 1000-an per hari. Tapi hal tersebut tak menjadi masalah pelik, toh itu merupakan sebuah konsekuensi dari akibat jarang meng-update postingan. Tapi ada kesedihan tersendiri, why? Karena banyak sahabat lama hilang tak tahu rimbanya. Beginilah dampak akibat dari jarang posting, jadi males ngapa-ngapain termasuk juga blogwalking. Dengan tidak melakukan kunjungan alias blogwalking, maka satu per satu teman akan hilang dan nasib blog kita akan sendirian dirimba internet yang sangat luas. Ya mau bagaimana lagi, jangankan blogwalking sedangkan melihat blog sendiri saja males, soalnya yang dilihat itu-itu saja tanpa ada hal baru berupa postingan tampil di sana.

Keinginan untuk membuat blog tampil dengan posting artikel yang ter-update tiap hari tentu ada, namun keadaan terkadang membuat keinginan itu buyar. Tak dapat dipungkiri bahwa menulis dengan hati adalah sesuatu yang indah, namun menulis dengan hati pun tergantung dari suasana hati itu sendiri. Jika moodnya lagi baik maka artikel juga akan mudah dibuat, tapi kalau lagi jutek alias badmood.... hmmm tau sendiri dech. Sebetulnya inti dari permasalah tersebut adalah rasa malas, dan memang sulit sekali mengatasi rasa malas ini. Kabar baiknya ternyata rasa malas bisa disembuhkan oleh diri sendiri, asalkan kita mau menggerakkan anggota tubuh untuk melakukan sesuatu.

Pada paragraf kedua saya telah mengulas tentang akibat dari jarang melakukan posting, namun bisa jadi masih banyak akibat lain yang bisa ditimbulkan karena masalah ini, jadi jika berkenan sobat blogger bisa menambahkannya melalui kolom komentar pada blog ini. Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan jika ada kata-kata yang kurang nyaman saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Ayo maju terus Blogger Nusantara!!!

21 November 2011

Bangkit Dari Keterpurukan / Kegagalan

Posting di tengah pagi yang cerah. Tanah sedikit becek, mungkin semalam hujan, tapi aku sendiri tak tahu kapan hujannya, soalnya aku tidur lebih cepat dari biasanya. Mumpung hari Minggu waktunya beres-beres rumah. Keringat bercucuran di sekujur tubuh, sudah lama aku tak memegang cangkul. Badan ini terasa capek tapi entah kenapa aku tetap bersemangat menyelesaikan pekerjaanku, bisa jadi lantaran cangkul yang kugunakan telah mengingatkan aku pada memori masa lalu . Yach… cangkul itu! Usianya jelas lebih tua dariku. Dulu sewaktu aku kecil cangkul tersebut sering digunakan kakek atau bapak untuk membersihkan halaman rumah. Kini meskipun bentuknya tak sesempurna dulu tapi di dalamnya terbesit semangat yang kuat dari bapak dan para leluhurku dulu.

Usai beres-beres rumah, nasi goreng terlezat bikinan istriku telah menanti untuk disantap, aku sangat lahap menyantapnya hingga tak tersisa sebutir nasipun di piringku. Suasana panas akhirnya didinginkan oleh deru kipas angin dan sebatang rokokpun mulai kuhisap seiring kutekan tompol power pada PC kesayanganku ini. Mulai dech buka MS Word dan ketikan ini aku buat. Sebetulnya aku benar-benar sebel lantaran koneksi internetku sedang bermasalah dan kata pihak speedy hari Senin besok baru bisa diservice. Jadi nggak sabar nich nunggu hari Senin, soalnya dari hari Jumat sore internetku mati. Ditambah lagi laptop Dell maroon mulai ngadat terserang virus, huft…. Lengkap sudah penderitaanku!

Betapa internet kini sangat vital bagi kehidupanku, lantaran sejak +/- 3 bulan ini kugantungkan mata pencarianku di sini. Maklumlah sejak 7 bulan yang lalu aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor tempat biasa kubekerja selama 9 tahun lamanya. Bukan apa-apa sich aku keluar dari pekerjaan, hanya saja aku merasa sudah tidak cocok lagi bekerja disana. Banyak hal yang akhirnya membuatku terpaksa mengundurkan diri, dan lagi bisnis kosmetikku bersama teman-teman mulai membentangkan sayapnya di wilayah Sumatera, jadi walaupun keluar dari pekerjaan aku masih bisa menghidupi diri dan keluargaku. Bumi Sriwijaya adalah tempat berikutnya, kan kutancapkan jalur bisnisku disana.

Tapi… petaka itu tiba! Di hari yang sama ketika aku mengundurkan diri dari pekerjaan, aku malah mendengar kabar buruk bahwa terjadi masalah di Jambi yang mengakibatkan seluruh produk kosmetik di wilayah Sumatera harus ditarik. Oh my God… ada apa pula ini? Segala rencana dan impianku buyar, aku nggak tahu musti ngapain lagi. Untunglah seorang rekan bisnis mengatakan bahwa permasalahan di Jambi masih bisa dirembuk kembali asal kita mau ke Jakarta dan kami pun mengutus 2 orang pergi kesana. 1 minggu berlalu, 2 orang teman bisnis yang tak lain adalah pimpinan dan wakil kami akhirnya pulang. Rasa penasaran akan hasil negosiasi antara pihak kami dan perusahaan penyedia produk terus menghantui pikiran, maka tanpa panjang lebar aku segera menanyakan tentang hasil dari negosiasi tersebut kepada mereka. Untuk sementara waktu hasil keputusannya masih menunggu jawaban dari pihak penyedia produk, karena mereka akan merefisi ulang system kerjasama dengan kami.

Waktu terus berlalu tak terasa 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan terlewati tanpa berita, akupun mulai yakin bahwa pihak penyedia produk benar-benar takkan pernah memberi jawaban positif kepada kami, dengan kata lain bisnis kosmetikku telah hancur lebur. Sementara itu usaha budidaya ikan milikku juga mengalami musibah besar, separuh lebih ikan-ikan pada mati dan akhirnya demi menyambung kebutuhan hidup aku terpaksa menjual sisanya yang masih hidup dengan harga murah. Tak cuma itu bisnis bibit kelapa sawit yang aku jalani juga mendapat masalah dan berujung pada kegagalan. Kemudian bisnis penyewaan tanah yang hampir membuahkan hasilpun ikut-ikutan gagal total. Kalau sudah begini lengkap sudah penderitaanku.

Ada lah 1 bulan lamanya aku mengurung diri dirumah tanpa melakukan aktifitas kerja apapun, beberapa kali tensiku cenderung naik, aku benar-benar linglung seperti orang bego’. Untung saja dalam kesusahan itu istriku tercinta tetap selalu memberi dukungan, walaupun aku merasa dia pasti kecewa dan sedih melihatku seperti itu, tapi dia selalu berusaha tersenyum manis untukku. Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberiku seorang istri yang sangat baik.

Allah itu Maha Adil, terbukti ketika aku terpuruk dengan bisnisku, karier istriku di kantor mulai beranjak naik, Alhamdulillah. Jadi kebutuhan hidup keluargaku masih bisa terjamin meskipun harus sedikit mengencangkan ikat pinggang.

Waktu menjadi orang linglung selama 1 bulan itu musti kuakhiri, aku mulai bangkit berdiri dari keterpurukan. Untung saja selama itu aku sering nge-net, banyak cerita tentang kesuksesan bisnis internet kutemui dan cerita-cerita tersebut begitu menginspirasiku. Akhirnya kuputuskan untuk memulai bisnis internet kembali, karena terus terang aku telah kehabisan modal dan untungnya bisnis internet bisa dilakukan tanpa modal, toh dulu aku juga pernah menjalankan bisnis tersebut, hanya saja dulu kurang fokus sich. Hari-hari terus berlalu, account paypalku pun mulai terisi dengan dollar. Tapi aku belum mau mencicipi dollar tersebut karena aku lebih memilih menggunakannya untuk membeli domain bagi blog-blog bisnis baruku. Syukurlah blog-blog baruku yang umurnya +/- 1 bulan tersebut mulai kebanjiran traffic dan sebagian diantaranya dianugrahi pagerank 2 oleh Om Google. Aku sendiri nggak tahu kenapa bisa begitu, aku kaget setengah mati lantaran blog baru tersebut biasanya berpagerank 0 kini berubah langsung ke pagerank 2. Beda lagi nasibnya dengan blog IDE GOKIL ini, dulu pageranknya 4 turun ke 3 dan sekarang malah anjlok ke pagerank 2 hehehe…

Suatu siang aku dikejutkan oleh kedatangan seorang tamu, beliau adalah teman sekantorku dulu yang belum lama aku kenal, soalnya waktu beliau baru masuk kerja, jarak setengah bulan kemudian aku mengundurkan diri dari kantor. Aku juga heran entah dibawa angin darimana hingga ia sampai berkunjung ke rumah. Sebetulnya aku masih agak canggung ngobrol sama beliau tapi cuek ajalah. Hingga pada waktunya tiba, temanku tersebut menjelaskan sebuah bisnis jaringan kepadaku, aku mulai menyimak apa-apa yang ia tuturkan dan akhirnya aku memutuskan untuk join di bisnis itu. Kebetulan di rumah masih ada sedikit simpanan uang dan istri tercintaku menyetujui diriku bergabung dalam bisnis tersebut, jadi hari itu juga aku langsung join. Aku cuma berpikir ini adalah peluang dengan modal yang tidak terlalu besar jadi apa salahnya dicoba, toh sesuatu yang tidak mungkin itu hanya seringkali kita tidak pernah mencobanya. Alhamdulillah melalui bisnis jaringan itu aku bisa mendapatkan bonus di bulan pertama sebanyak Rp. 750.000,-. Memang belum banyak tapi aku benar-benar bersyukur dan makin bersemangat menjalankan bisnis tersebut.

Roda kehidupan selalu berputar kadang di bawah kadang juga di atas, tinggal bagaimana diri kita pandai menyikapinya. Cobaan dan rintangan dalam kehidupan memang bisa membuat kita frustasi, namun apakah selamanya kita harus terlena dalam rasa kefrustasian itu? Tentu tidak! Hal positif yang perlu dilakukan ketika kita terpuruk adalah berdoa, menenangkan batin, dan segera bangkit mencari jalan keluar. Hal itu yang kulakukan ketika karier dan bisnisku hancur, aku mulai membangun segalanya dari awal lagi. Butuh kesabaran ekstra memang dan yang lebih penting kita harus meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa yang kita lakukan itu adalah benar.

23 Oktober 2011

Video Detik-Detik Terjadinya Kecelakaan Maut Marco Simoncelli, Sepang

Dunia balap khususnya MotoGP kembali dirundung duka. Sirkuit Sepang, Malaysia hari ini, Minggu (23/10/11) menelan korban jiwa seorang pembalab berbakat, Marco Simoncelli. Pemuda kelahiran Cattolica, Rimini, Italia, 20 Januari 1987 ini mengalami kecelakaan maut di tikungan 11 pada saat balapan baru berlangsung 2 lap.

Kejadian ini bermula ketika pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli berusaha memperebutkan posisi ke empat bersama dua pebalap lainnya, yaitu Rizla Suzuki dan Alvaro Bautista. Sampai di tikungan 11, akibat terlalu miring ke kanan hingga siku tangan kanannya menyentuh aspal, Simoncelli hilang kendali dan jatuh terseret. Dan naas baginya, karena tanpa terkendali laju motor yang terlalu kencang tersebut malah memotong jalur dua pebalap lain di belakangnya, yaitu Colin Edwards dan Valentino Rossi. Kecelakaan maut pun tak dapat dihindari, motor yang ditunggangi pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards menghantam kepala Simoncelli dengan sangat keras sampai helm yang dikenakannya ikut terlepas. Sementara itu pebalap Ducati, Valentino Rossi yang berada tepat di sisi kanan Edwards juga ikut terhantam. Beruntung bagi Rossi karena bisa mengendalikan laju motornya dengan baik dan ia pun selamat.

Dalam insiden itu Edwards yang terpental keluar trek masih mampu berdiri dan mengalami cidera bahu, sedangkan Simoncelli langsung tergelepar tak bergerak di atas lintasan. Panitia segera mengibarkan bendera merah, pertanda balapan dihentikan. Sementara itu Simoncelli langsung dibawa ke pusat medis Sirkuit Sepang. Namun, akibat luka serius yang dialaminya, Simoncelli tak dapat bertahan dan menghembuskan nafas terakhir pukul 16.56 waktu setempat.

Dalam jumpa persnya, kepala medis, Michele Macchiagodena, menyatakan bahwa pebalap berusia 24 tahun itu mengalami “trauma serius di kepala, leher, dan dada,” dan Simoncelli sempat diberi perawatan CPR selama 45 menit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Secara pribadi saya ikut berduka cita atas kepergian Marco Simoncelli, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan menerima takdir ini dengan ikhlas. Sekedar mengenang kepergiannya, mari berikut ini kita simak tayangan Video detik-detik terjadinya kecelakaan maut Marco Simoncelli di sirkuit Sepang.


18 Oktober 2011

Bekerjalah Sesuai Kelemahan Diri

Saat manusia beranjak dewasa hal utama yang perlu dilakukan demi melangsungkan hidup adalah bekerja mencari uang. Ada banyak macam jenis dari pekerjaan tersebut, misalkan pedagang, petani, nelayan, pegawai negeri/swasta, karyawan dan banyak lagi. Keadaan ini terkadang memaksa seseorang untuk melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya, yang penting mendapat upah yang layak. Kalau sudah begitu akan timbul beberapa indikasi kurang baik dalam bekerja, seperti kurang disiplin, bermalas-malasan, tidak mencapai target, dan sebagainya. Jika demikian siapa yang harus dipersalahkan? Dirinya atau pekerjaannya?

Secara garis besar seseorang biasanya akan menemui kejenuhan dalam bekerja. Di masa-masa rawan seperti itu jika tidak pandai-pandai menyemangati diri, maka kerugian biasanya akan timbul. Tapi fenomena yang terjadi adalah bagaimana hendak menyemangati diri jika pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan keinginan, dengan kata lain cenderung dipaksakan. Alih profesi mungkin sebuah jawaban dari kendala tersebut, tapi dengan catatan profesi yang baru itu emang sesuai dengan keinginan diri atau bisa dititik beratkan lagi pada kondisi diri. Berbicara mengenai kondisi diri, beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang teman, saya memanggilnya Pak Hendra. Karena sudah lama tidak bertemu, minum kopi bareng akhirnya jadi pilihan utama sebagai pendamping obrolan.

Kami banyak ngobrol tentang bisnis, baik bisnis masa lalu, sekarang, dan masa depan. Yang saya salut dari Pak Hendra adalah beliau berani mengambil keputusan dan menjalankan apa yang sudah diputuskannya dengan sepenuh hati. Berawal dari bisnis perdagangan hasil bumi, Pak Hendra sudah sangat terkenal sebagai bos di kalangan orang pasar, namun beliau akhirnya pindah haluan ke bisnis lainnya. Semacam bisnis obligasi yang dijalankannya saat ini. Awalnya dari pihak keluarga sangat tidak setuju dengan keputusan Pak Hendra meskipun beliau sudah bisa mendapatkan sedan mewah baru dari bisnis tersebut. Tapi lambat laun pihak keluarga terutama istri tercinta yang dulu paling menentang keputusannya tersebut, akhirnya luluh juga pada saat beliau mengajaknya traveling ke Bali dan baru-baru ini mereka jalan-jalan ke Singapura.

Di tengah obrolan kami yang makin seru, tiba-tiba Pak Hendra bercerita tentang mengapa ia sampai berani mengambil keputusan untuk berpindah bisnis. “Saya berani berpindah bisnis karena melihat sisi kelemahan dari diri saya, saya itu orangnya malas bangun pagi karena habis sholat subuh saya baru tidur, kuliah nggak pernah lulus, terus nggak pinter-pinter amat, saya suka main, kongko-kongko (nongkrong), dan sebagainya. Yang saya bisa ya cuma ngoceh” tutur Pak Hendra. Kemudian beliau kembali melanjutkan ceritanya, “Bisnis yang saya jalankan dulu tidak sesuai dengan kelemahan saya, jadi ketika saya tahu ada bisnis baru tentang Surat Berharga ini, saya langsung ambil keputusan alih profesi karena setelah dipikir-pikir bisnis ini sangat cocok dengan kelemahan saya dan bisa didukung hanya dengan modal ocehan sesuai dengan kebisaan saya.”

Ternyata sekarang Pak Hendra telah menjadi milyader dari bisnis yang ditekuninya tersebut, beliau berpesan, “Bekerjalah Anda Sesuai Dengan Kelemahan Diri”. Karena dengan bekerja sesuai dengan kelemahan, kita tidak akan pernah merasa ada pemaksaan dan tentunya perasaan nyaman akan timbul. Segala halangan dan rintangan dalam bekerja tidak jadi masalah, karena kita sudah merasa enjoy duluan dengan pekerjaan tersebut. Sebelum mengambil keputusan untuk bekerja, sebaiknya kenali dulu kelemahan yang ada pada diri Anda, kemudian barulah cari apa kelebihan Anda. Jika sudah tahu tentang kelemahan dan kelebihan diri, so barulah mencari pekerjaan yang sesuai dengan kondisi Anda tersebut.

Demikianlah sekelumit cuplikan dari obrolan saya dengan Pak Hendra, semoga sobat blogger bisa mengambil makna yang tersirat darinya. Di sini saya hanya bermaksud sharing saja kok, toh keputusan akhir ada di tangan anda. Semoga sobat bisa menemukan pekerjaan yang memang sobat dambakan, Aamiin… Sampai jumpa dan salam sukses untuk kita semua!

By: Ombung Panoejoe